KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi pendidikan melalui serangkaian penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital dan menciptakan solusi edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan pelacakan perkembangan akademik yang dilakukan, setidaknya lima proyek penelitian signifikan telah memasuki fase implementasi dan pengujian di lapangan sejak kuartal pertama tahun 2026. Penelitian-penelitian tersebut mencakup berbagai bidang studi mulai dari pengembangan platform pembelajaran interaktif, strategi pembelajaran inklusif untuk siswa berkebutuhan khusus, hingga pemanfaatan kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan.
“Kami melihat bahwa penelitian adalah jantung dari pengembangan institusi pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, FKIP Unismuh Kendari sangat serius dalam mendorong setiap dosen dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan riset yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Dr. H. Azis Saleh, S.Pd., M.Pd., Dekan FKIP Unismuh Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 03 April 2026 di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Kampus Pusat Jalan Sulthan Hasanuddin, Kendari.
### Inovasi Pembelajaran Digital sebagai Fokus Utama
Salah satu penelitian unggulan yang sedang dikembangkan adalah “Platform Pembelajaran Adaptif Berbasis Artificial Intelligence untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kendari.” Proyek ini adalah kolaborasi antara Tim Riset Teknologi Pendidikan FKIP dengan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK).
Ketua Tim Riset, Dr. Wahyu Pranoto, S.Kom., M.Sc., menjelaskan bahwa platform ini dirancang khusus untuk mengadaptasi gaya belajar siswa secara real-time. “Teknologi AI yang kami integrasikan mampu mendeteksi kesulitan belajar siswa dan secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan materi, kecepatan penyampaian, serta format presentasi konten. Ini adalah terobosan penting karena guru di lapangan sering kesulitan memberikan perhatian individual kepada setiap siswa,” kata Dr. Pranoto pada hari yang sama.
Platform tersebut telah diuji coba di tiga sekolah menengah pertama di Kendari sebagai sekolah mitra penelitian, dengan melibatkan lebih dari 200 siswa dan 15 guru sebagai narasumber. Data awal menunjukkan peningkatan pemahaman konsep matematika dan bahasa Inggris sebesar 28 persen setelah penggunaan platform selama delapan minggu.
“Kami juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Kendari. Mereka sangat antusias melihat hasil penelitian ini karena selaras dengan target peningkatan pembelajaran jarak jauh dan hybrid learning di era pasca-pandemi,” tambah Dr. Pranoto dengan nada optimis.
### Penelitian Inklusi Pendidikan untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Penelitian kedua yang tidak kalah penting adalah inisiatif “Model Pembelajaran Inklusif Berbasis Multimodal untuk Anak Berkebutuhan Khusus.” Proyek ini dipimpin oleh Dr. Siti Nur Azizah, S.Pd., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) FKIP Unismuh Kendari.
Menurut Dr. Azizah, penelitian ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kendari yang masih minim akses pendidikan berkualitas. “Selama tiga tahun terakhir, kami melakukan studi pendahuluan di 12 sekolah luar biasa dan sekolah regular yang memiliki kelas inklusif. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas guru belum memiliki strategi pembelajaran yang tepat untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan ABK,” ungkapnya.
Penelitian ini mengembangkan panduan pembelajaran multimodal yang menggabungkan unsur visual, auditori, kinestetik, dan taktil dalam satu paket pembelajaran. Selain itu, tim juga merancang pelatihan khusus bagi guru dan calon guru tentang cara implementasi model tersebut.
“Kami telah melatih 45 guru dari berbagai sekolah di Kendari dan Kota Baubau. Respons mereka sangat positif, terutama ketika melihat langsung bagaimana siswa dengan disleksia atau gangguan spektrum autisme dapat belajar lebih efektif dengan pendekatan multimodal ini,” jelas Dr. Azizah dengan semangat yang membara.
Mahasiswa tingkat akhir Program Studi PLB, seperti Sinta Nur Rochman (angkatan 2023), terlibat langsung dalam pengumpulan data dan implementasi di lapangan. “Melalui penelitian ini, kami tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengaplikasikannya dan melihat dampak nyata untuk siswa berkebutuhan khusus. Ini membuat kami semakin yakin dengan pilihan profesi kami sebagai guru,” tutur Sinta dengan antusias.
### Integrasi Kearifan Lokal dalam Kurikulum Pendidikan
Penelitian ketiga yang menarik perhatian adalah “Integrasi Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara dalam Pembelajaran IPS untuk Penguatan Identitas Budaya Lokal.” Inisiatif ini adalah hasil kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan Komunitas Pelestari Budaya Lokal Kendari.
Dr. Hamid Pratama, S.Pd., M.Hum., yang menjadi koordinator proyek ini, mengatakan bahwa kearifan lokal sering dianggap sepele dalam kurikulum nasional. “Padahal, pembelajaran yang kontekstual dengan lingkungan lokal terbukti meningkatkan engagement dan retensi pengetahuan siswa. Kami ingin mengubah paradigma itu dengan mengintegrasikan cerita rakyat, tradisi, nilai-nilai lokal, dan sejarah daerah Sulawesi Tenggara ke dalam materi pembelajaran IPS,” jelasnya.
Penelitian ini telah menghasilkan sebuah buku panduan guru dan modul pembelajaran yang dapat diunduh secara gratis oleh pendidik se-Indonesia. Modul tersebut telah digunakan oleh 28 guru di 15 sekolah menengah pertama di Kendari, Buton, dan Baubau.
“Antusiasme siswa meningkat drastis ketika mereka belajar tentang Kerajaan Buton, mitos-mitos Sulawesi, dan kontribusi tokoh lokal dalam sejarah nasional. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang relevan secara kultural adalah kunci untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bangga dengan identitas lokal mereka,” ujar Dr. Hamid dengan bangga.
### Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen dalam Ekosistem Penelitian
Salah satu keunggulan dari inisiatif penelitian FKIP Unismuh Kendari adalah melibatkan mahasiswa secara aktif dalam setiap tahapan riset. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk membangun ekosistem akademik yang menghargai kolaborasi dan mentransfer ilmu pengetahuan secara langsung kepada generasi akademisi berikutnya.
Mahasiswa program magister Pendidikan, Rakhmat Hidayat (angkatan 2024), yang terlibat dalam proyek platform pembelajaran adaptif, mengatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga. “Saya tidak hanya belajar cara merancang penelitian, mengumpulkan data, dan menganalisisnya, tetapi juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan stakeholder, menghadapi tantangan di lapangan, dan beradaptasi dengan realitas yang berbeda dari ekspektasi teoritis,” ujarnya.
Pendekatan inklusif ini juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis di dalam kelas. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian sering berbagi pengalaman mereka dengan teman-teman sekelas, menciptakan diskusi yang lebih mendalam tentang isu-isu praktis dalam dunia pendidikan.
### Dampak dan Kontribusi terhadap Pengembangan Pendidikan Lokal
Direktur Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Kendari, Drs. Bambang Sutrisno, M.Pd., mengakui kontribusi signifikan FKIP Unismuh Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan lokal. “Penelitian-penelitian dari FKIP tidak hanya memberikan teori, tetapi juga solusi praktis yang dapat langsung diterapkan di sekolah-sekolah. Kolaborasi antara universitas dan dinas pendidikan seperti ini adalah model yang perlu terus dikembangkan,” katanya dalam pertemuan dengan pimpinan FKIP pada Selasa, 02 April 2026.
Lebih lanjut, Drs. Sutrisno juga menyatakan bahwa hasil penelitian ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum lokal dan program pelatihan guru di kota Kendari. “Kami juga berharap dapat meluncurkan program pendampingan guru yang lebih terstruktur berdasarkan hasil temuan riset dari FKIP,” tambahnya.
Dari aspek finansial, penelitian-penelitian ini juga mendapat dukungan pendanaan dari berbagai sumber. Selain dana internal universitas, dua dari lima proyek telah menerima hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Penelitian Terapan untuk Peningkatan Mutu Pendidikan. Dana yang diterima FKIP Unismuh Kendari mencapai lebih dari 450 juta rupiah untuk periode tahun 2025-2026.
### Tantangan dan Visi Masa Depan
Meski prestasi yang telah dicapai sangat membanggakan, Dekan FKIP mengakui bahwa masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. “Tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa sekolah mitra kami. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium komputer yang memadai atau konektivitas internet yang stabil. Kami sedang bekerja dengan Kemendikbudristek dan pihak swasta untuk mengatasi keterbatasan ini,” ujar Dr. Azis Saleh.
Selain itu, Dr. Azis juga menekankan pentingnya keberlanjutan penelitian. “Penelitian bukan sekadar aktivitas satu kali jalan. Kami perlu memastikan bahwa solusi yang kami ciptakan dapat terus diperbarui, dievaluasi, dan ditingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan lapangan,” tegasnya.
Ke depannya, FKIP Unismuh Kendari berencana untuk menggalang lebih banyak kolaborasi dengan universitas terkemuka, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kami juga ingin membuat pusat penelitian khusus yang fokus pada inovasi pendidikan. Dalam tiga tahun ke depan, saya yakin FKIP Unismuh Kendari akan dikenal tidak hanya sebagai lembaga pendidikan guru yang baik, tetapi juga sebagai pusat inovasi pendidikan di Sulawesi Tenggara,” ujar Dr. Azis dengan visi yang jelas.
### Penutup
Penelitian inovatif yang sedang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa FKIP Unismuh Kendari menunjukkan komitmen serius institusi dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Dari platform pembelajaran berbasis AI, model pembelajaran inklusif, hingga integrasi kearifan lokal dalam kurikulum, semua inisiatif ini membuktikan bahwa universitas dapat berperan aktif sebagai agen perubahan pendidikan yang berkelanjutan.
Dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian integral dari ekosistem penelitian, FKIP tidak hanya menciptakan penelitian berkualitas, tetapi juga mempersiapkan generasi pendidik yang lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Semoga komitmen ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.
(Kendari, 03 April 2026)
—
Narasumber:
– Dr. H. Azis Saleh, S.Pd., M.Pd. (Dekan FKIP Unismuh Kendari)
– Dr. Wahyu Pranoto, S.Kom., M.Sc. (Ketua Tim Riset Teknologi Pendidikan)
– Dr. Siti Nur Azizah, S.Pd., M.Pd. (Peneliti Pendidikan Inklusi)
– Dr. Hamid Pratama, S.Pd., M.Hum. (Koordinator Riset Kearifan Lokal)
– Drs. Bambang Sutrisno, M.Pd. (Direktur Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Kendari)