Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) merayakan momen bersejarah dengan menyelenggarakan acara wisuda dan pelepasan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Sabtu, 21 April 2026. Acara yang berlangsung di Aula Utama Kampus Unmuh Kendari, Jalan Sultan Hasanuddin, menghadirkan 247 mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi Sarjana (S1) di berbagai program studi.
Ketua Panitia Pelaksana Wisuda, Dr. Rahmawati Daud, M.Pd., menyatakan bahwa acara ini merupakan pencapaian luar biasa bagi institusi pendidikan tersebut. “Ini adalah momentum yang sangat bermakna karena kami melepas generasi pertama lulusan FKIP Unmuh Kendari yang telah melalui proses pembelajaran selama empat tahun dengan penuh dedikasi,” ungkap Dr. Rahmawati dalam konferensi pers pra-wisuda pada Jumat, 20 April 2026.
Dari total 247 lulusan, mahasiswa terdistribusi dalam empat program studi utama, yakni Program Studi Pendidikan Matematika sebanyak 58 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 62 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 63 orang, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebanyak 64 orang. Setiap program studi telah menghasilkan lulusan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang bervariasi, dengan pencapaian tertinggi mencapai 3,89 dari skala 4,00.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Suryono, M.Si., dalam sambutan resminya menekankan pentingnya peran pendidik dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. “Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun bangsa yang berkarakter dan kompetitif. Para lulusan FKIP kami diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan, tidak hanya dalam hal transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” kata Prof. Bambang dalam pidato wisuda yang berlangsung meriah.
Acara wisuda dimulai pukul 08.30 pagi dengan prosesi pembukaan yang dipandu oleh Dekan FKIP, Dr. H. Muh. Syaiful Aripin, M.Pd. Seluruh wisudawan dan wisudawati memakai toga akademik dengan warna khas hitam-putih sebagai simbol kesuksesan mereka menyelesaikan studi. Prosesi akademik dimulai dengan pembacaan nama-nama wisudawan yang dilakukan secara tertib dan terstruktur, diikuti dengan pemberian ijazah dan transkrip nilai oleh para pimpinan akademik.
Salah satu wisudawan berprestasi, Nur Azizah, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3,87, mengungkapkan perasaan bahagianya telah menyelesaikan pendidikan di FKIP Unmuh Kendari. “Saya sangat bersyukur atas pengalaman belajar selama empat tahun ini. Dosen-dosen kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan praktik langsung di sekolah-sekolah. Semangat yang diberikan membuat saya siap untuk menjadi pendidik yang berdedikasi,” ujar Nur Azizah dengan mata berbinar.
Pengalaman belajar mahasiswa FKIP tidak hanya terbatas pada kegiatan di dalam kampus. Dekan FKIP, Dr. H. Muh. Syaiful Aripin, menjelaskan bahwa program studi di FKIP telah mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik lapangan. “Kami memiliki program magang dan praktik mengajar (PPL) yang sangat ketat. Mahasiswa kami ditempatkan di berbagai sekolah mitra di Kendari dan sekitarnya untuk mengalami langsung bagaimana menjadi seorang pendidik profesional,” jelas Dr. Syaiful dalam sesi wawancara eksklusif.
Program Praktek Lapangan (PPL) yang dilakukan pada semester akhir menjadi salah satu komponen kurikulum yang paling dinanti-nantikan oleh mahasiswa. Melalui program ini, calon pendidik dapat belajar dari pengalaman nyata mengajar di sekolah, menghadapi siswa dengan latar belakang yang beragam, dan mengatasi tantangan-tantangan praktis dalam dunia pendidikan. Sebagian besar wisudawan telah melakukan PPL di sekolah-sekolah negeri dan swasta di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kendari, Drs. Hendra Wijaya, M.Pd., hadir sebagai salah satu nara sumber dalam acara wisuda untuk memberikan perspektif dunia pendidikan di lapangan. “Saya sangat mengapresiasi komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mempersiapkan calon pendidik yang berkualitas. Lulusan-lulusan FKIP yang pernah melakukan PPL di sekolah kami menunjukkan dedikasi dan penguasaan materi yang baik. Kami optimis bahwa mereka akan menjadi pendidik-pendidik yang berkontribusi positif bagi dunia pendidikan Indonesia,” ucap Kepala Sekolah Hendra Wijaya.
Prestasi akademik wisudawan FKIP juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan angkatan sebelumnya. Data dari bagian akademik FKIP menunjukkan bahwa 34 wisudawan berhasil meraih predikat kelulusan “Cum Laude” dengan IPK di atas 3,50, sedangkan sisanya meraih predikat kelulusan “Sangat Memuaskan” dengan IPK berkisar 3,00-3,50. Tidak ada satupun wisudawan yang meraih predikat kelulusan di bawah standar mutu akademik yang ditetapkan institusi.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Ir. Sunarno, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian ini didukung oleh komitmen dosen dalam memberikan pembelajaran berkualitas dan bimbingan akademik yang intensif. “Sejak awal perkuliahan, mahasiswa kami diarahkan untuk memiliki visi menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogis yang kuat. Kami juga mendorong mahasiswa untuk terus melakukan pengembangan diri melalui berbagai kegiatan ilmiah, seminar, dan workshop,” papar Dr. Sunarno.
Dampak kelulusan pertama FKIP Unmuh Kendari dirasakan tidak hanya oleh institusi sendiri, tetapi juga oleh komunitas pendidikan di Kendari dan sekitarnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam suratnya mengakui kontribusi FKIP Unmuh Kendari dalam menciptakan tenaga pendidik profesional yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Beberapa lulusan telah diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) melalui seleksi CPNS terbaru, sementara yang lain memilih untuk menjadi pendidik di sekolah-sekolah swasta atau mendirikan lembaga pendidikan alternatif.
Komitmen FKIP Unmuh Kendari terhadap peningkatan kualitas pendidikan juga tercermin dari akreditasi program studi yang telah diraih. Tiga dari empat program studi telah berhasil meraih akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sementara satu program studi masih dalam proses penyempurnaan untuk meningkatkan akreditasinya.
Dalam visi jangka panjang, pimpinan FKIP merencanakan pengembangan program studi baru dan peningkatan fasilitas pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. “Ke depannya, kami ingin menambahkan program studi Pendidikan Sains dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang juga sangat dibutuhkan dalam sistem pendidikan nasional,” ungkap Dr. H. Muh. Syaiful Aripin dalam rencana strategis yang dipaparkan.
Acara wisuda juga dihadiri oleh para orang tua wisudawan yang merasa bangga atas pencapaian anak-anak mereka. Ibu Siti Nurhaliza, ibu dari wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris, Maulana Rizki, mengungkapkan kebanggaannya. “Saya sangat bahagia melihat anak saya berhasil menyelesaikan pendidikan dan siap untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Universitas Muhammadiyah Kendari telah memberikan pendidikan yang baik dan membentuk karakter anak saya menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” kata Ibu Siti dengan berbinar kebahagiaan.
Penutupan acara wisuda ditandai dengan pemberian cinderamata kepada pejabat tamu dan dosen pembimbing akademik wisudawan. Selanjutnya, seluruh wisudawan bersama keluarga melakukan sesi dokumentasi dan perayaan pribadi untuk merayakan pencapaian luar biasa ini.
Keberhasilan penyelenggaraan wisuda perdana FKIP Unmuh Kendari menunjukkan bahwa institusi ini telah berhasil membangun fondasi yang kuat dalam menghasilkan pendidik berkualitas. Dengan 247 lulusan yang telah dilepas ke masyarakat, FKIP Unmuh Kendari siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Para wisudawan diharapkan dapat menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, dedikasi, dan komitmen terhadap kemajuan pendidikan bangsa. Langkah institusi ini mencerminkan upaya nyata dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga pendidik profesional yang terus meningkat di era modern ini.