KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), meraih pencapaian signifikan dengan memperoleh status akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian ini menjadi momentum penting dalam perjalanan institusi pendidikan guru terkemuka di Sulawesi Tenggara untuk terus meningkatkan standar mutu akademik dan profesionalisme calon pendidik.
Keberhasilan FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari meraih akreditasi A merupakan hasil dari dedikasi berkelanjutan dan komitmen penuh dari seluruh civitas akademika. Penilaian akreditasi BAN-PT yang mencakup aspek kelembagaan, tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa FKIP telah memenuhi standar kualitas pendidikan tinggi yang ketat dan kompetitif secara nasional.
“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari. Akreditasi A bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kami yang lebih besar untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu,” ujar Dr. H. Muh. Rapi, S.Pd., M.Si., Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Senin, 13 April 2026, di Gedung Rektorat kampus.
Latar Belakang Akreditasi dan Perjalanan Panjang Peningkatan Mutu
FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari didirikan dengan visi menjadi institusi pendidik berkualitas tinggi yang menghasilkan guru-guru profesional dan berkarakter islami. Sejak awal berdirinya, fakultas ini telah menawarkan berbagai program studi dalam bidang pendidikan, mulai dari Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, hingga Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Perjalanan menuju akreditasi A bukanlah proses yang singkat. Selama kurang lebih delapan tahun terakhir, FKIP telah melakukan berbagai reformasi struktural dan akademik yang komprehensif. Dimulai dari penyusunan standar mutu internal, penguatan sumber daya manusia melalui program beasiswa lanjutan pendidikan, hingga peningkatan infrastruktur akademik dan penelitian.
“Kami memahami bahwa akreditasi adalah tanggung jawab yang terus-menerus. Proses evaluasi diri yang kami lakukan melibatkan seluruh staf, dosen, mahasiswa, dan bahkan alumni. Setiap masukan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan,” jelas Prof. Dr. H. Bambang Setiawan, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam kesempatan yang sama.
Periode penilaian akreditasi oleh BAN-PT meliputi lima tahun akademik sebelumnya, dan fokus penilaian mencakup aspek kelembagaan, manajemen, sumber daya manusia, kurikulum, proses pembelajaran dan suasana akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan capaian tridharma perguruan tinggi.
Pilar-Pilar Penguatan Mutu Akademik
Peningkatan mutu di FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari dibangun atas beberapa pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dosen dan tenaga kependidikan. Dalam lima tahun terakhir, universitas telah mengalokasikan dana substansial untuk program peningkatan kualifikasi akademik dosen.
Data menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 75 persen dosen FKIP sudah memiliki gelar akademik S2, dan 15 persen di antaranya telah menempuh pendidikan S3. Selain itu, universitas juga mendukung partisipasi dosen dalam seminar internasional, publikasi jurnal terindeks scopus, dan kolaborasi penelitian dengan institusi asing.
“Program pengembangan dosen kami tidak hanya fokus pada kualifikasi formal, tetapi juga kompetensi pedagogis dan penelitian. Kami percaya bahwa guru yang baik adalah guru yang terus belajar dan berinovasi dalam metode mengajar,” papar Dr. Siti Nur’aini, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik (P4) FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pilar kedua adalah pembaruan kurikulum yang diselaraskan dengan standar nasional dan kebutuhan industri pendidikan modern. Kurikulum FKIP telah mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21, termasuk digital literacy, critical thinking, dan soft skills yang relevan untuk profesi pendidik kontemporer.
Pilar ketiga adalah penguatan infrastruktur pembelajaran dan penelitian. FKIP telah membangun laboratorium pendidikan, perpustakaan digital, dan pusat inovasi pembelajaran yang dilengkapi dengan teknologi terkini. Ruang-ruang kelas telah dilengkapi dengan multimedia interaktif untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih dinamis dan engaging.
“Investasi infrastruktur kami mencakup pembangunan Gedung Laboratorium Pendidikan Modern senilai 5 miliar rupiah, perpustakaan digital dengan koleksi e-book dan jurnal akademik internasional, serta studio pembelajaran berbasis teknologi virtual reality untuk simulasi praktik mengajar,” ungkap Ir. H. Muhammad Yusuf, M.T., Wakil Rektor Bidang Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pencapaian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus peningkatan mutu yang signifikan. FKIP telah mengembangkan culture of research di antara dosen dan mahasiswa tingkat akhir. Tahun akademik 2024-2025 saja, FKIP berhasil mendokumentasikan lebih dari 120 penelitian yang dilakukan oleh dosen dan tim dosen-mahasiswa.
“Penelitian kami tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga applied research yang memberikan solusi konkret terhadap masalah pendidikan di tingkat lokal dan regional. Misalnya, penelitian tentang strategi pembelajaran untuk daerah terpencil, pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal Sulawesi Tenggara, dan peningkatan mutu guru melalui in-service training,” jelas Dr. Harun Rasyid, M.Pd., Koordinator Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah FKIP.
Sementara itu, program pengabdian kepada masyarakat FKIP telah menyentuh lebih dari 200 sekolah di Sulawesi Tenggara. Program-program tersebut mencakup pelatihan guru, pengembangan media pembelajaran, konsultasi pendidikan, dan pendampingan implementasi kurikulum merdeka di sekolah-sekolah dasar dan menengah.
“Pengabdian kami tidak hanya transfer pengetahuan, tetapi juga upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di wilayah Sulawesi Tenggara,” tutur Dr. Nurhayati, M.Si., Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat FKIP.
Dampak Akreditasi A terhadap Program Studi dan Mahasiswa
Pencapaian akreditasi A memberikan dampak positif yang terukur terhadap semua program studi di bawah naungan FKIP. Status akreditasi A meningkatkan kredibilitas institusi di mata stakeholder, termasuk sekolah-sekolah pengguna lulusan, orang tua calon mahasiswa, dan badan pendidikan nasional.
Dalam konteks mahasiswa, akreditasi A menjamin bahwa mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan terakui secara nasional. Hal ini juga meningkatkan peluang lulusan FKIP untuk diterima sebagai guru di berbagai sekolah, baik negeri maupun swasta. Data menunjukkan bahwa tingkat penempatan kerja lulusan FKIP meningkat 12 persen dalam dua tahun terakhir.
“Bagi kami mahasiswa, akreditasi A adalah motivasi tambahan. Kami bangga belajar di institusi yang terakui secara nasional. Ini memberikan kepercayaan diri bahwa saat lulus, kami memiliki kompetensi yang diakui oleh pasar tenaga kerja pendidikan,” ujar Siti Rahayu, mahasiswa semester 8 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP, yang merupakan salah satu perwakilan mahasiswa dalam tim penyusunan laporan akreditasi.
Rencana Strategis Menuju Akreditasi Internasional
Pencapaian akreditasi A tidak membuat FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari berhenti berinovasi. Sebaliknya, fakultas telah menetapkan target ambisius untuk lima tahun ke depan, termasuk peningkatan ke level akreditasi internasional.
“Kami sedang mempersiapkan diri untuk mengajukan akreditasi internasional, kemungkinan melalui ASEAN University Network (AUN) atau lembaga akreditasi internasional lainnya. Ini berarti kami harus terus meningkatkan standar pembelajaran, penelitian, dan pelayanan dengan benchmark internasional,” ungkap Dr. H. Muh. Rapi dalam penjelasan lebih lanjut tentang roadmap FKIP.
Rencana strategis tersebut meliputi: (1) peningkatan persentase dosen bergelar S3 hingga 30 persen dalam tiga tahun ke depan, (2) peningkatan publikasi internasional dari minimal 50 menjadi 100 artikel per tahun, (3) pengembangan kerjasama akademik dengan universitas-universitas terkemuka di Asia Pasifik, (4) implementasi fully online dan blended learning programs, serta (5) pengembangan research center of excellence dalam bidang pendidikan abad ke-21.
Pesan Rektorat dan Harapan ke Depan
Prof. Dr. H. Bambang Setiawan dalam pesan terakhirnya menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan status akreditasi yang telah dicapai. “Akreditasi A adalah prestasi kolektif yang harus kita jaga dengan konsistensi dan dedikasi. Namun, lebih penting lagi adalah komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan menghasilkan guru-guru yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat berdedikasi tinggi untuk pendidikan Indonesia.”
Rektor juga menekankan bahwa kesuksesan akreditasi tidak akan bermakna jika tidak berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara luas. “Guru-guru terbaik dari FKIP kami harus menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah mereka. Mereka harus mampu mengimplementasikan praktik-praktik pembelajaran terbaik, mendorong inovasi di sekolah, dan berkontribusi pada pembangunan pendidikan di daerah mereka masing-masing,” tambah Prof. Bambang.
Penutup
Pencapaian akreditasi A oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari pada April 2026 ini merupakan milestone penting dalam sejarah institusi pendidikan guru terkemuka di Sulawesi Tenggara. Status ini bukan hanya simbol pengakuan kualitas, tetapi juga tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan global, dan berkontribusi aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, sumber daya manusia yang terus berkembang, dan komitmen yang konsisten dari seluruh civitas akademika, FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari siap mengarungi tantangan dan peluang di era pendidikan digital. Para mahasiswa yang lulus dari institusi ini diharapkan menjadi guru-guru profesional yang tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki semangat mengabdi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
Ke depannya, FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidik berkualitas tinggi yang menghasilkan lulusan siap pakai, relevan dengan kebutuhan pasar, dan berdedikasi tinggi terhadap profesi mulia sebagai pendidik. Dengan akreditasi A ini sebagai fondasi, langkah menuju akreditasi internasional bukan lagi mimpi, tetapi target yang terukur dan dapat dicapai.
—
Kata Kunci: Akreditasi A, FKIP, Universitas Muhammadiyah Kendari, Peningkatan Mutu, Pendidikan Guru, BAN-PT, Akreditasi Internasional