KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional. Tiga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil memenangkan penghargaan bergengsi dalam ajang kompetisi pendidikan global yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Pencapaian ini menandai momentum positif bagi pengembangan akademik dan riset pendidikan di institusi pendidikan tinggi Sulawesi Tenggara tersebut.
Ketiga mahasiswa yang meraih prestasi gemilang adalah Nur Azizah Pratiwi (22 tahun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 7), Muh. Ridho Pratama (23 tahun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 8), dan Siti Nurhaliza (21 tahun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi semester 6). Mereka berhasil melampaui peserta dari berbagai universitas terkemuka di Asia Tenggara, Asia Timur, dan bahkan beberapa negara Eropa.
Nur Azizah Pratiwi meraih Silver Medal (medali perak) dalam kategori “Best Innovation in Language Learning Technology” dengan penelitian berjudul “Aplikasi Mobile untuk Pembelajaran Literasi Digital Bahasa Indonesia di Era Post-Pandemi.” Penelitiannya mendapat pengakuan khusus dari panel juri internasional karena relevansinya dengan kebutuhan pendidikan Indonesia modern dan potensi aplikasinya di sekolah-sekolah di seluruh kepulauan.
Sementara itu, Muh. Ridho Pratama memenangkan Bronze Medal (medali perunggu) dalam kategori “Mathematics Education Research Excellence” untuk karya penelitiannya yang berjudul “Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Konteks Lokal dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP di Daerah Terpencil.” Risetnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai rerata siswa setelah menerapkan metodologi pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal.
Tidak kalah menarik, Siti Nurhaliza meraih Certificate of Merit (sertifikat kehormatan) dalam kategori “Sustainable Biology Education” atas prestasinya dalam mengembangkan kurikulum pendidikan biologi yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dan konservasi sumber daya alam tropis. Penelitiannya telah diterapkan secara pilot di tiga sekolah menengah di Kendari dengan hasil yang menggembirakan.
“Ketiga mahasiswa kami membuktikan bahwa talenta-talenta unggul Indonesia tidak hanya bersumber dari universitas-universitas di pulau Jawa. Mereka telah membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Kendari dan Kendari ke panggung internasional dengan penelitian dan inovasi yang berkualitas tinggi,” ujar Prof. Dr. H. Suaib Dalimunte, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari dalam konferensi pers di Auditorium Kampus Pusat, Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari, Senin (11/4/2026).
Rektor Dalimunte menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan universitas dalam meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi mahasiswa. “Kami telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional. Program mentoring intensif bersama dosen pembimbing juga menjadi bagian integral dari strategi kami untuk menghasilkan peneliti-peneliti muda yang kompetitif,” tambahnya.
Dr. Hamzah Usman, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMKH, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswanya. Menurutnya, FKIP memiliki visi jangka panjang untuk menjadi fakultas penghasil pendidik dan peneliti berkualitas internasional.
“Prestasi mahasiswa kami di kompetisi Bangkok ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari ekosistem akademik yang kami bangun di sini. Sejak awal masuk, mahasiswa kami sudah diajak untuk berpikir kritis, mengidentifikasi masalah pendidikan nyata di masyarakat, dan mengembangkan solusi inovatif. Kami juga memberi akses penuh kepada mahasiswa untuk menggunakan fasilitas laboratorium riset dan perpustakaan digital untuk mendukung penelitian mereka,” jelas Dekan Usman dalam wawancara terpisah.
Nur Azizah Pratiwi, pemenang medali perak, berbagi pengalaman mengenai perjalanannya mengembangkan penelitian hingga tingkat internasional. “Awalnya, saya hanya ingin membuat aplikasi sederhana untuk membantu teman-teman saya belajar bahasa Indonesia dengan lebih menarik. Namun, setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing saya, Dr. Susmita Wijaya, S.Pd., M.T., saya menyadari bahwa ide saya memiliki potensi yang jauh lebih besar. Beliau memotivasi saya untuk menggali riset yang lebih mendalam tentang literasi digital dan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan dalam pembelajaran bahasa,” cerita Azizah dengan antusias.
Perjalanan riset Azizah dimulai dari survei sederhana terhadap 150 siswa SMP di Kendari dan Baubau mengenai preferensi mereka dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Selama enam bulan, Azizah bekerja sama dengan tim programmer lokal untuk mengembangkan aplikasi bernama “BahasaIQ” yang mengintegrasikan gamifikasi, artificial intelligence, dan database konten lokal.
“Aplikasi ini bukan sekadar kamus digital. Kami memasukkan fitur-fitur yang memungkinkan siswa untuk belajar literasi digital secara bersamaan dengan pembelajaran bahasa. Misalnya, ada mini-game yang mengajarkan cara membedakan informasi palsu (hoax) dari sumber berita yang kredibel dalam konteks teks bahasa Indonesia. Ada juga fitur diskusi moderat di mana siswa bisa berdebat dengan peers mereka tentang topik-topik sastra Indonesia dengan bimbingan AI,” jelasnya.
Muh. Ridho Pratama, pemenang medali perunggu, juga menceritakan perjalanannya yang sama menariknya. Sebagai mahasiswa dari keluarga dengan latar belakang pendidikan terbatas, Ridho sangat tergerak untuk memahami mengapa siswa-siswa di daerah terpencil seringkali kesulitan memahami konsep matematika abstrak.
“Saya berasal dari Desa Lasalimu, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton. Saat saya masuk universitas, saya sering merenung mengapa teman-teman sekelas saya dulu banyak yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA padahal mereka sebenarnya cerdas. Setelah mendalami teori-teori pembelajaran, saya merasa bahwa masalahnya bukan pada kemampuan siswa, melainkan pada cara penyampaian materi yang kurang relevan dengan kehidupan mereka,” ungkap Ridho.
Berbekal pemahaman ini, Ridho melakukan riset etnografi selama delapan bulan di tiga sekolah menengah di Kabupaten Buton dan Bombana. Dia mengobservasi bagaimana siswa-siswa lokal menggunakan pengetahuan matematika dalam aktivitas sehari-hari mereka, seperti dalam menghitung hasil panen, pembagian hasil tangkapan ikan, dan manajemen keuangan keluarga.
“Dari data etnografi tersebut, saya mengembangkan serangkaian modul pembelajaran matematika yang menggunakan konteks lokal. Misalnya, untuk mengajarkan tentang proporsi dan perbandingan, saya menggunakan contoh bagaimana nelayan lokal menghitung rasio ikan tangkapan dengan bensin yang digunakan. Untuk geometri, saya menggunakan desain batik lokal Buton yang kaya dengan pola geometris. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 68 persen dalam waktu satu semester,” terangnya dengan bangga.
Siti Nurhaliza, pemenang Certificate of Merit, juga memiliki cerita inspiratif. Minatnya terhadap konservasi lingkungan dimulai sejak pengalaman personal menyaksikan degradasi terumbu karang di perairan Kendari akibat berbagai aktivitas manusia.
“Saya pikir, tanpa adanya generasi muda yang peduli dan memahami pentingnya konservasi, maka Kendari akan kehilangan aset alam yang sangat berharga. Oleh karena itu, saya ingin mulai dari dunia pendidikan dengan mengembangkan kurikulum pendidikan biologi yang tidak hanya mengajarkan konsep-konsep, tetapi juga menginspirasi siswa untuk menjadi pelindung lingkungan,” kata Siti.
Penelitiannya melibatkan kolaborasi dengan tiga sekolah menengah dan juga dengan komunitas nelayan lokal. Kurikulum yang dikembangkan Siti menggabungkan pembelajaran konvensional di kelas dengan outdoor learning activities, termasuk field trip ke lokasi mangrove dan terumbu karang. Siswa-siswa yang mengikuti program pilot ini juga terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove dan monitoring kesehatan terumbu karang.
“Hasil yang paling memuaskan bukan hanya peningkatan nilai akademik siswa, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku mereka terhadap lingkungan. Dalam survey yang kami lakukan di akhir semester, lebih dari 85 persen siswa yang mengikuti program ini menyatakan bahwa mereka lebih peduli terhadap konservasi alam dan berniat untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan,” ujarnya.
Ketiga prestasi mahasiswa FKIP ini memiliki dampak yang signifikan, baik bagi institusi maupun bagi perkembangan pendidikan di Indonesia secara lebih luas. Pertama, pencapaian internasional ini meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari di mata kementerian pendidikan dan organisasi pendidikan global. Beberapa universitas di Filipina dan Malaysia telah menunjukkan minat untuk menjalin kerjasama penelitian dengan mahasiswa-mahasiswa FKIP.
Kedua, penelitian-penelitian yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa ini memiliki aplikabilitas praktis yang tinggi. Aplikasi “BahasaIQ” sudah dalam tahap diskusi untuk diintegrasikan dalam kurikulum digital nasional yang sedang dikembangkan Kementerian Pendidikan. Modul pembelajaran matematika berbasis konteks lokal Ridho telah menginspirasi beberapa sekolah lain di Sulawesi Tenggara untuk mengembangkan pendekatan serupa. Sementara kurikulum pendidikan biologi berkelanjutan Siti telah direkomendasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk dijadikan model pendidikan konservasi di sekolah-sekolah Indonesia.
Ketiga, pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain di FKIP untuk lebih serius dalam mengembangkan riset dan inovasi. Sudah ada lebih dari 30 mahasiswa FKIP yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi penelitian nasional dan internasional tahun depan dengan dukungan intensif dari fakultas.
Dr. Hamzah Usman mengumumkan bahwa FKIP akan meluncurkan “Innovation and Research Hub” khusus untuk mendukung mahasiswa yang memiliki ide-ide cemerlang dalam mengembangkan solusi pendidikan inovatif. Hub ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk maker space, laboratorium multimedia, dan ruang kolaborasi yang dirancang khusus untuk mendorong kreativitas dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai program studi.
“Kami ingin menciptakan budaya riset yang kuat di tingkat mahasiswa. Bukan hanya dosen yang harus berinovasi, tetapi mahasiswa juga harus diberdayakan untuk menjadi peneliti dan inovator sejak dini,” tegas Dekan Usman.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen untuk meningkatkan alokasi dana untuk mendukung mahasiswa dalam mengikuti kompetisi internasional. Mulai tahun akademik 2026-2027, universitas akan menyediakan beasiswa penelitian khusus senilai Rp 50 juta hingga Rp 150 juta untuk mahasiswa yang memiliki penelitian berkualitas tinggi dengan potensi publikasi atau inovasi internasional.
Rektor Suaib Dalimunte juga mengungkapkan visi jangka panjangnya, “Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi salah satu pusat penelitian dan inovasi pendidikan terdepan di Asia Tenggara dalam 10 tahun ke depan. Prestasi mahasiswa kami di Bangkok adalah awal dari perjalanan panjang ini.”
Prestasi ketiga mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengirimkan surat pujian dan berencana untuk memberikan penghargaan khusus kepada ketiga mahasiswa berprestasi tersebut. Selain itu, beberapa media lokal dan nasional telah meliput pencapaian ini sebagai bagian dari upaya mempromosikan talenta-talenta unggul dari luar Jawa.
Dengan pencapaian ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa institusi pendidikan berkualitas tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Kendari, meskipun terletak di tepi Sulawesi Tenggara, telah menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat internasional dengan ide-ide inovatif dan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Perjalanan ketiga mahasiswa ini menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa lain di Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari daerah-daerah terpencil, bahwa keterbatasan geografis dan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih prestasi tertinggi. Dengan determinasi, bimbingan yang tepat, dan dukungan institusi yang kuat, setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan inovasi global.
—
[Artikel berakhir — Total: 1.847 kata]
ratutoto789 ready789 reaksi4d resepdesa188 ringkas77 roti77 rungad88 sahur99 samudra369 sangkartoto4d sasarangadun77 sentraltoto77 sentuh4d sentuhwin77 serabi77 serabi99 seru118 setelancuan77 setupwin188 siaga77bet siapmenang77 sigap789 simplewin188 siomay77 siomay88 slotkamboja123 slotpanas303 sontogel77 superhebat555 switchjp77 taktikprofit77 tapbet777 targetmenang77 tawonbet77 tekanbet77 timing303 triggermenang77 tujuanwin77 visitoto4d warkop128 waspada303 zorototo88 asia123 asia138 asia168 asia188 asia303 asia365 asia69 asia777 asia78 asia888 asia88 big123 big168 big188 big303 big365 big69 big78 big99 butet77 butet88 butet99 captain138 captain168 captain303 captain365 captain69 captain888 captain89 captain99 cemara138pola cemara168 cemara188 cemara303 cemara365 cemara69 cemara78 cemara888 cemara88 cemara89 cemara99 dolar123 dolar168 dolar69 dolar89 dragon123 dragon168 dragon188 dragon77 dragon89 erigo888 jet138 jet168 jet188 jet365 jet69 jet88 jet89