Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menggelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang meriah pada akhir pekan lalu. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi mahasiswa dalam bidang seni budaya serta olahraga. Acara berlangsung meriah dengan melibatkan lebih dari 500 peserta aktif dan ribuan penonton dari berbagai kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat Kendari.
Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa merupakan tradisi yang telah dijalankan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari sejak lima tahun silam. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wadah bagi mahasiswa FKIP mengeksplorasi potensi di luar aktivitas akademik reguler. Seiring dengan perkembangan zaman, festival tahun ini mengalami peningkatan signifikan dalam skala, variasi lomba, dan partisipasi, mencerminkan komitmen universitas terhadap pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa secara holistik.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Samsul Bahri, M.Pd., menjelaskan bahwa festival ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan bagian integral dari kurikulum pendidikan karakter mahasiswa. “Kami percaya bahwa seorang calon pendidik harus memiliki kemampuan komprehensif, tidak hanya dalam hal akademik tetapi juga dalam seni, budaya, dan olahraga. Festival ini menjadi platform bagi mahasiswa untuk menunjukkan bakat mereka sambil membangun keterampilan kepemimpinan yang essential,” ujar Dr. Samsul Bahri ketika dihubungi pada Senin (31 Maret 2026).
Lokasi penyelenggaraan acara dipilih di Lapangan Olahraga Utama Universitas Muhammadiyah Kendari yang berada di kawasan kampus Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari. Pemilihan lokasi ini strategis karena dapat mengakomodasi berbagai jenis pertandingan olahraga sekaligus pentas seni budaya dalam satu area yang terintegrasi.
Rangkaian Kegiatan dan Cabang Olahraga
Festival kali ini menampilkan lebih dari 15 cabang olahraga, mulai dari olahraga tradisional hingga modern. Cabang-cabang yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, basket, futsal, renang, lari cepat, dan lompat jauh. Selain itu, terdapat juga cabang olahraga tradisional yang unik seperti pencak silat, taekwondo, dan karate, yang menunjukkan perhatian panitia terhadap pelestarian budaya lokal.
Koordinator Cabang Olahraga Festival, Bambang Suryanto, S.Pd., M.Or., mengatakan bahwa penetapan berbagai cabang olahraga tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan minat dan bakat mahasiswa FKIP. “Kami melakukan survei kepada mahasiswa tentang olahraga apa yang ingin mereka pertandingkan. Hasilnya sangat beragam, sehingga kami berusaha mengakomodasi sebanyak mungkin cabang dengan tetap memperhatikan keterbatasan waktu dan sumber daya. Tahun ini kami berhasil menambah dua cabang baru, yaitu sepak takraw dan voli pantai, mengingat Kendari adalah kota pesisir yang kaya dengan budaya maritim,” jelas Bambang Suryanto dengan antusias.
Pelaksanaan cabang-cabang olahraga berlangsung dalam format sistem gugur dan sistem pool, tergantung dari cabang tersebut. Pertandingan sepak bola, sebagai cabang yang paling dinanti-nantikan, diselenggarakan dalam dua kategori, yaitu putra dan putri. Tim-tim yang berkompetisi adalah perwakilan dari berbagai program studi di FKIP, seperti Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Agama Islam.
Pentas Seni dan Budaya yang Memukau
Sisi seni dan budaya festival ini menampilkan beragam kesenian yang mencerminkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Pertunjukan tari tradisional seperti Tari Balumpa dan Tari Lijuliano, yang merupakan warisan budaya masyarakat Kendari, ditampilkan oleh mahasiswa dengan kostum autentik yang indah. Pertunjukan tersebut bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga upaya untuk melestarikan dan mempromosikan identitas budaya lokal di kalangan generasi muda akademis.
Panitia juga menyediakan berbagai lomba seni yang melibatkan mahasiswa dalam berbagai disiplin artistik. Lomba-lomba tersebut mencakup kategori nyanyian solo, nyanyian grup, deklarasi puisi, teater pendek, seni rupa, dan desain grafis. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka di hadapan juri profesional yang terdiri dari praktisi seni dan budaya dari Kendari.
Ketua Panitia Seni dan Budaya, Nur Azizah, S.S., M.A., menyampaikan bahwa penyeleksian peserta dan karya dilakukan dengan standar yang ketat namun tetap inklusi. “Kami ingin memastikan bahwa festival ini benar-benar menampilkan karya-karya berkualitas yang dapat menginspirasi dan menghibur. Namun, kami juga tidak ingin menutup kesempatan bagi mahasiswa yang baru pertama kali mencoba menampilkan bakat mereka. Oleh karena itu, kami membuat kategori khusus ‘Emerging Talent’ untuk peserta yang belum berpengalaman,” kata Nur Azizah saat ditemui di ruang panitia.
Salah satu puncak acara seni adalah pertunjukan gabungan yang menampilkan kolaborasi antara mahasiswa FKIP dengan seniman lokal dari Kendari. Kolaborasi ini menghasilkan karya pertunjukan yang unik dan menarik, memadukan semangat mahasiswa dengan pengalaman dan keahlian seniman berpengalaman. Pertunjukan penutup hari pertama festival menampilkan sebuah produksi teater modern yang ditulis oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dengan tema tentang perjalanan pendidikan dan transformasi pribadi.
Antusiasme Peserta dan Penonton
Tingkat partisipasi mahasiswa dalam festival ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data dari panitia menunjukkan bahwa sebanyak 523 mahasiswa aktif terlibat sebagai peserta kompetisi, sementara lebih dari 2000 mahasiswa lainnya hadir sebagai penonton dan pendukung. Angka ini menunjukkan bahwa festival telah menjadi acara yang ditunggu-tunggu oleh seluruh komunitas mahasiswa FKIP.
Fabiola Hermawan, seorang mahasiswa Pendidikan Biologi semester empat yang aktif mengikuti perlombaan lari cepat, menuturkan pengalamannya berpartisipasi dalam festival. “Saya sangat senang bisa ikut serta dalam festival ini. Selain bisa mengikuti hobi saya di bidang olahraga, saya juga bisa bertemu dengan banyak teman dari program studi lain dan merasakan semangat kebersamaan. Ini adalah momen yang jarang terjadi di mana seluruh mahasiswa FKIP bersatu untuk merayakan prestasi dan kreativitas bersama,” ungkapnya dengan senyum yang cerah.
Pengalaman serupa diutarakan oleh Muhammad Ridho Pratama, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia yang tampil dalam pertunjukan teater. “Proses persiapan untuk festival ini sangat menyenangkan. Kami mendapat kesempatan untuk berkreatif, berkolaborasi dengan teman-teman, dan belajar mengekspresikan diri melalui seni teater. Pengalaman ini akan sangat bermanfaat ketika kami menjadi guru dan harus mengelola kegiatan ekstrakurikuler siswa di sekolah,” ungkap Ridho dengan antusias.
Dukungan Institusional dan Persiapan Matang
Kesuksesan penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari dukungan penuh dari pimpinan universitas dan dosen-dosen FKIP. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Akhbar Tanjung, S.E., M.M., menyatakan komitmen institusi terhadap pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. “Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa pendidikan bukan hanya transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values dan character building. Festival seni dan olahraga mahasiswa ini adalah manifestasi dari kepercayaan tersebut. Kami akan terus mendukung dan mengembangkan kegiatan-kegiatan semacam ini untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan berwawasan,” kata Prof. Akhbar Tanjung dalam pidato pembukaan acara.
Persiapan festival yang dimulai sejak tiga bulan sebelumnya melibatkan tim panitia yang berdedikasi, terdiri dari mahasiswa senior dan dosen. Tim ini bekerja keras untuk memastikan setiap detail acara berjalan dengan sempurna, mulai dari koordinasi dengan berbagai program studi, penyiapan venue, pengaturan sistem penilaian, hingga pengurusan sertifikat dan hadiah untuk para pemenang.
Kendatipun tantangan organisasi yang kompleks tidak dapat dihindari, tim panitia berhasil mengatasi berbagai hambatan teknis dan administratif dengan solusi kreatif dan kerja sama tim yang solid. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah penyediaan fasilitas olahraga dan panggung seni yang dapat digunakan secara bersamaan, mengingat keterbatasan infrastruktur di kampus. Namun, melalui perencanaan yang matang dan koordinasi lintas departemen, masalah ini dapat diatasi dengan baik.
Dampak dan Manfaat Bagi Mahasiswa
Kehadiran festival seni dan olahraga ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan mahasiswa FKIP. Secara akademik, kegiatan ini mendukung pembelajaran experiential yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung, sesuai dengan filosofi pendidikan yang dianut oleh FKIP.
Dari sisi psikologis dan sosial, festival ini menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi identitas diri, mengembangkan kepercayaan diri, dan membangun jaringan sosial yang luas di dalam komunitas kampus. Kegiatan kolaboratif dalam berbagai cabang olahraga dan seni juga melatih mahasiswa untuk bekerja sama dalam tim, menghargai keberagaman, dan mengembangkan empati terhadap sesama.
Lebih lanjut, pencakupan yang luas terhadap cabang olahraga dan seni memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang merasa “tertinggal” atau tidak memiliki ruang untuk berkontribusi. Struktur festival yang inklusi ini sejalan dengan misi FKIP untuk mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menginspirasi dan membimbing siswa dalam berbagai aspek kehidupan.
Momentum Pembangunan Karakter dan Kompetensi
Dekan Dr. Samsul Bahri menekankan bahwa festival ini adalah momentum penting untuk membangun karakter mahasiswa sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah. “Nilai-nilai seperti amanah, integritas, dan kebersamaan sangat nampak dalam penyelenggaraan festival ini. Mahasiswa belajar untuk bertanggung jawab atas komitmen mereka, menghormati aturan permainan, dan merayakan keberhasilan bersama tanpa melupakan yang kalah. Nilai-nilai ini adalah fondasi dari karakter pendidik yang baik,” jelas Dr. Samsul Bahri.
Selain itu, festival ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengidentifikasi bakat-bakat khusus di antara mahasiswa yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui program-program pengembangan keterampilan dan beasiswa khusus. Beberapa mahasiswa yang menunjukkan prestasi luar biasa di festival akan difasilitasi untuk mengikuti pelatihan intensif dan kompetisi tingkat regional maupun nasional.
Apresiasi dan Penghargaan
Bagian penutup dari festival adalah upacara penganugerahan penghargaan kepada para pemenang di berbagai kategori lomba. Penghargaan diberikan tidak hanya kepada juara pertama, kedua, dan ketiga, tetapi juga kepada kategori-kategori spesial seperti “Most Creative Performance,” “Best Sportsmanship,” dan “Outstanding Contribution to the Festival.”
Penganugerahan penghargaan ini dilakukan dengan meriah, dengan kehadiran pimpinan universitas, dekan, dan berbagai pejabat akademik lainnya. Setiap pemenang dirayakan dengan tepukan tangan yang meriah dari ribuan penonton, mencerminkan apresiasi komunitas kampus terhadap prestasi mereka.
Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, telah mencapai target dan melampaui ekspektasi penyelenggaranya. Dengan melibatkan lebih dari 500 peserta aktif dan ribuan penonton, acara ini telah membuktikan dirinya sebagai tradisi yang berharga dan berpengaruh dalam komunitas kampus.
Melalui festival ini, mahasiswa FKIP telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga individu yang kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat kolaborasi yang tinggi. Kualitas-kualitas ini akan menjadi bekal berharga ketika mereka memasuki dunia pendidikan dan menjadi pendidik yang inspiratif.
Ke depannya, pimpinan universitas berkomitmen untuk terus mengembangkan festival ini dengan menambah variasi cabang olahraga, meningkatkan kualitas pertunjukan seni, dan memperluas jangkauan partisipasi. Visi jangka panjang adalah menjadikan Festival S